Minggu, 26 Mei 2013

Langkah Drs. Maksum Ketua PPAI Kecamatan Pademawu Melawan Fitnah Jahanam

PAMEKASAN (PELITA): menanggapi tudingan miring atas dirinya yang diduga telah melakukan pemotongan dana fungsional sebagian guru di Kecamatan Pademawu, Drs. Maksum selaku ketua Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kecamatan Pademawu membantah tegas tidak melakukan, bahkan menyerang balik nara sumber yang tidak jelas dalam pemberitaan di salah satu Media Cetak Harian Madura.
Dari hasil investigasi koran ini, saudara Drs. Maksum yang didampingi beberapa dewan guru saat dikonfirmasi pemburu berita di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mathaliul Ulum 1 (22/05) desa Pademawu Timur menuturkan, tudingan miring atas dirinya yang dilancarkan oleh nara sumber yang tidak jelas dalam salah satu media cetak harian madura dimaksud  adalah suatu perbuatan yang dhalim, bahkan fitnah jahanam. Katanya!

Jumat, 29 Maret 2013

Biaya Prona Panggunguni Masih Tinggi???



TULUNGAGUNG-(PELITA)
Program nasional (prona) sertifikasi tanah massal untuk masyarakat tidak mampu pada  tahun 2012 dibeberapa desa wilayah Kabupaten Tulungagung  biayanya masih tinggi. Hal ini terjadi dibeberapa desa, salah satunya di Desa Panggunguni Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung, dimana sesuai dengan keterangan yang disampaikan beberapa warganya, waktu mereka mendaftar untuk pengurusan sertifikat atas tanahnya dikenai biaya 650 ribu oleh  panitia pengurus (kepala desa sebagai penanggung jawab), dan di desa tersebut  mendapat  prona kurang lebih 130 bidang. Dan menurut warga biaya tersebut tergolong tinggi jika pengurusannya melalui program pemerintah.

Senin, 25 Maret 2013

Warga Batangsaren Tuntut Pengembalian Tanah Kas Desa



TULUNGAGUNG (PELITA)
Batangsaren merupakan nama suatu desa yang berada di Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Batangsaren berada pada 3 km sebelah barat pusat kota Tulungagung, dengan batas-batas sebelah utara Desa Jatimulyo, sebelah selatan Desa Balerejo, sebelah barat Desa Panggungrejo dan sebelah timur Desa Panggungrejo Kota.

Salah Satu Calon Kades Ngrance Dianggap Resahkan Warga??



TULUNGAGUNG (PELITA)
Ngrance adalah desa di kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.
Menjelang pemilihan kepala desa (pilkades) Ngrance, sebagian warga merasa resah, diduga  ini dikarenakan ulah dari salah satu calon kepala desa, sebut saja (MJ), Pengusaha rosok.

Banyak Tanah Perhutani yang Bersengketa dengan Masyarakat



Trenggalek(Pelita)
Banyaknya tanah milik Perhutani didaerah Kecamatan Watulimo Trenggalek  bersengketa dengan masyarakat .
Hal ini disebabkan karena tanah yang diperkirakan milik perhutani sejak tahun 2004 lalu tiba-tiba keluar sertifikat menjadi milik warga setempat.

Pembangunan GOR dan Terminal Jadi Bahan Pertanyaan Masyarakat Awam



“Menjelang akhir masa jabatannya, akankah Heru Djahjono yang mempunyai keahlian dalam perencanaan dan pembangunan juga pernah memimpin di dinas PUBMCK akan meninggalkan beberapa gedung yang belum selesai pengerjaannya dengan nilai milyar’an rupiah”.


Tulungagung (PELITA)-  Masih berdiri dengan tegapnya dua bangunan di Tulungagung yang berada di jalur propinsi antara Kab. Blitar dan Trenggalek, tetapi disisi lain dengan tegak berdirinya bangunan ternyata belum selesainya pembangunannya yang meninggalkan bahan pertanyaan. Tak hanya masyarakat menengah keatas saja yang mebicarakan proses pembangunan dua gedung tersebut, tetapi banyak masyarakat kalangan menengah kebawah juga ikut mengkritisi bak pengamat yang sudah profesional dengan menggunakan bahasa-bahasa awam mereka.
Dari pembangunan GOR (Gedung Olah Raga) yang berada di depan bekas Rumah Sakit Darma Medika itu memang terlihat sudah gagah berdiri, tetapi pembangunannya bisa dibilang sangat terlantar dan bisa dilihat dengan tidak adanya pekerja yang melakukan aktifitas. Itulah yang menjadi bahan pembicaraan masyarakat yang mempunyai kesenangan dalam ber-olah raga, menurut salah satu masyarakat yang gemar olah raga dan tak mau menyebutkan namanya mengatakan laiyo, kapan lo dadine Gedung kui kok ga mari-mari lek nggarap,,jane kapan mulai  garap’e trus mari’ne kapan, kok ga jelas jluntrungane to Mas,opo anggarane wes entek disek” maksudnya: (laiya, kapan jadinya gedung itu kok tidak selesai-selesai mengerjakannya,,sebenarnya kapan mulai mengerjakan dan kapan selesainya, kok tidak jelas arahnya to Mas, apa anggarannya sudah habis dulu).

MENCUAT DATA HASIL PEMERIKSAAN BPK YANG DITENGARAI BEKU (1)

Tulungagung (pelita)
Hasil pemeriksaan semester 1 tahun anggaran 2007 yang dilakukan oleh BPK terhadap keuangan Pemkab Tulungagung mencuat ke beberapa media cetak. Dari informasi yang masuk ke redaksi, pemeriksaan waktu itu dibekukan walaupun diduga banyak ditemukan ketidakpatutan terkait penggunaan anggaran bantuan.
Dalam isi laporan tersebut ditemukan ketidakpatuhan yang ditemukan BPK-RI dalam rangka pemeriksaan laporan keuangan, ditemukannya hasil pemeriksaan yang memperngaruhi kewajaran laporan keuangan pemkab tulungagung tahun 2007.
Masih dari isi laporan tersebut, ada penjelasan dari kepala bagian keuangan, bahwa pemberian bantuan tersebut didasarkan atas permintaan secara lisan oleh pimpinan dan anggota DPRD.
Menurut penjelasan pemegang kas bagian keuangan serta bukti kuitansi yang ada, realisai bantuan keuangan tersebut diterima oleh ajudan bupati, kepala bagian umum, kepala bagian perlengkapan dan masih banyak yang lainnya.
Akibat dari realisasi bantuan yang tidak sesuai dengan undang-undang, dalam temuan BPK, telah mengakibatkan kerugian daerah sebesar, Rp 927.500.000,-atas realisasi anggaran yang diberikan kepada DPRD. Sehingga memberatkan keuangan daerah sebesar Rp 2.316.126.000,-.

Bupati Heru Tjahjono meresmikan IGD RSUD dr. Iskak

Tulungagung (PELITA) Bupati Tulungagung Ir.Heru Tjahjono MM, Kamis (14/03) meresmikan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Iskak Tulungagung dan prasarana Pemerintahan di Kabupaten Tulungagung. Peresmian tersebut berlangsung meriah lantaran yang hadir ditempat tersebut dihibur dengan pagelaran Tari Gambyong dan paduan suara oleh karyawan/karyawati RSUD Dr. Iskak Tulungagung.
Ketua Panitia Pembangunan Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr. Iskak Tulungagung Dr. Achmad Saifullah Sp.B yang juga Direktur RSUD Dr. Iskak Tulungagung mengatakan Instalasi Gawat Darurat saat ini memiliki gedung yang sangat representatif, kaya fungsi dengan setting internasional serta dilengkapi dengan peralatan medis yang canggih dan lengkap. Dengan demikian akan mampu memberikan pelayanan dengan cepat kepada masyarakat dari segala lapisan secara cepat, optimal dan paripurna.